JawaPoscom-Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian yang dilakukan Saifuddin Ibrahim telah naik status dari penyelidikan ke penyidikan.. Saifuddin Ibrahim yang diduga sebagai pendeta menjadi sorotan. Sebab, meminta agar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat dalam Alquran. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo saat memberi penjelasan soal kasus Nurhayati di Mabes Polri, Jaksel. Foto PolriBareskrim Polri akan melacak keberadaan pendeta Saifuddin Ibrahim terkait ucapannya yang meminta 300 ayat Al-Quran dihapus. Terbaru, Saifuddin diduga berada di Amerika Serikat. Terkait hal itu, kini Polri akan berkoordinasi dengan atase di Biro Investigasi Federal atau FBI The Federal Bureau of Investigation untuk menemukan Saifuddin.“Melakukan koordinasi dengan Legal Attache FBI,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat 18/3.Hal itu dilakukan atas laporan polisi Nomor LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri tanggal 18 Maret 2022 dengan pelapor bernama Rieke Vera menjelaskan, saat ini Polri juga akan berkoordinasi di dalam negeri melalui Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Jenderal Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Kemenkumham untuk terkait dugaan Saifuddin Ibrahim kabur ke Amerika Serikat."Melakukan koordinasi dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham dan Kemenlu terkait dugaan keberadaan saudara SI di Amerika Serikat," Ibrahim alias Abraham Ben Moses. Foto Facebook/Saifuddin IbrahimAtas laporan tersebut, Saifuddin dipersangkakan dengan melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 Ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1, ayat 2 dan/ atau Pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan hukum Saifuddin Ibrahim atau yang dikenal dengan Abraham Ben Moses atau Abraham Moses membuat kegaduhan dengan meminta 300 ayat Al-Quran Saifuddin direkam dalam sebuah video yang tersebar di media menyinggung ayat Al-Quran, dalam video itu Saifuddin meminta agar kurikulum sekolah Islam mulai dari tingkat madrasah tsanawiyah, aliyah hingga perguruan tinggi dirombak karena dinilai tidak benar. Begitu juga dengan kurikulum di pesantren karena menurutnya menghadirkan kaum lalu menyampaikan agar Menteri Agama Gus Yaqut menghapus 300 ayat Al-Quran yang dinilainya memicu hidup intoleran."Bahkan kalau perlu, Pak, 300 ayat yang jadi pemicu hidup intoleran, pemicu hidup radikal karena beda agama, itu di skip atau direvisi atau dihapuskan dari Al-Quran Indonesia. Ini sangat berbahaya sekali," kata Saifuddin dalam video yang diunggah ulang akun YouTube NU Garis Lurus, dikutip Rabu 16/3/2022.“Agar ayat-ayat yang keras itu tidak diajarkan di pesantren atau madrasah-madrasah di seluruh Indonesia," tambah Saifuddin yang pernah mengajar di Ponpes Al-Zaytun eks kontrakan Saifuddin Ibrahim di Gang Jamblang, RT 01/04 Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Foto Dok. IstimewaMenistakan Agama dan Bikin GaduhPernyataan Saifuddin menuai reaksi keras dari Menkopolhukam Mahfud MD. Ia meminta agar kepolisian menyelidiki kasus tersebut."Waduh, itu bikin gaduh itu. Saya [kira] itu bikin banyak orang marah. Oleh sebab itu saya minta kepolisian segera menyelidiki itu dan kalau bisa segera ditutup akunnya karena kabarnya belum ditutup sampai sekarang. Jadi itu meresahkan dan memprovokasi untuk mengadu domba antarumat," kata Mahfud, Rabu 16/3.Pernyataan Mahfud diunggah di akun Kemenko Polhukam dengan judul 'Tanggapan Menko Polhukam Terkait Pendeta Saifuddin Ibrahim'.Mahfud mengatakan yang disampaikan Saifuddin merupakan penistaan agama. Sebab ajaran pokok dalam Islam adalah Al-Quran."Ajaran pokok di dalam Islam itu Al-Quran. Itu ayatnya tidak boleh dikurangi, berapa yang disuruh cabut atau 300 misalnya, itu berarti penistaan terhadap Islam. Apalagi mengatakan, konon dia juga mengatakan bahwa Nabi Muhammad itu bermimpi bertemu Allah dan sebagainya. Itu menyimpang dari ajaran pokok," kata mengingatkan ada hukum yang mengatur hal itu. Pelaku bisa dijerat penjara lebih dari lima tahun."Saya ingatkan UU Nomor 5 Tahun 69 yang diperbarui dari UU PNPS Nomor 1 Tahun 65 yang juga oleh Bung Karno tentang penodaan agama itu mengancam hukuman tidak main-main lebih dari 5 tahun hukumannya," kata itu, Mahfud meminta agar setiap orang tidak membuat pernyataan yang provokatif. Apalagi untuk hal-hal yang Saifuddin Ibrahim TemperamentalSaifuddin Ibrahim atau Abraham Moses pernah terjerat kasus penodaan agama pada 2017. Kala itu ia ditangkap jajaran Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri di Tangerang, Banten, usai menyebarkan kebencian yang menyudutkan agama kasus itu PN Tangerang memvonisnya 4 tahun penjara dan denda Rp 50 diwawancara kumparan tahun 2017, salah seorang rekan Saifuddin, Tony Rosyid, mengatakan Saifuddin merupakan pria asal Bima, NTB. Dia memiliki istri pertama yang sudah meninggal dunia, berasal dari daerah yang sama dengan Tony, yakni Rembang, Jawa memiliki 3 anak dari istri pertama. Si sulung sudah menikah, sedangkan 2 lainnya dibiayai oleh pria pendiri Komunitas Tangan Di Atas TDA, Haji Alay, untuk bersekolah di terkenal terkenal dengan sikap temperamentalnya."Dia memang kurang menjaga tata krama pergaulan, terutama ada dendam dengan Islam sebagai agama masa lalunya sehingga dia ungkapkan dengan ngawur tanpa dia kontrol," kata Tony pada Kamis, 7 Desember Tony, Saifuddin mengaku pernah menjadi guru di yayasan pendidikan Islam Al-Zaytun dan Muhammadiyah Sawangan, Depok. Maka tak heran jika kemampuan bahasa Arabnya cukup bagus. Dia kemudian berpindah agama dari Islam ke Kristen."Saya kenal beliau sekitar 5 tahun yang lalu dan kondisinya sudah temperamen begitu. Dia sering salah mengutip ayat Al-Quran, pernah mengaku sebagai kiai, membicarakan pernikahan poligami Nabi, tapi itu kacau semua," kata Tony, Saifuddin atau Abraham kerap emosional hingga pernah bertengkar fisik dengan peserta diskusi. Bahkan Saifuddin pernah diusir dari diskusi karena tindakannya tersebut."Waktu debat di Cawang, dia pernah saya usir karena debatnya ngaco dan keluar dari tema. Dia memang sangat temperamental, baik saat bertemu langsung maupun tidak langsung," ujar Tony.
Polrimenyatakan pihaknya bakal menggandeng Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk menangkap tersangka kasus penistaan agama. - Halaman all
Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses. Foto Facebook/Saifuddin IbrahimNama Pendeta Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses menjadi sorotan. Dia menjadi perbincangan akibat video unggahannya yang meminta agar kurikulum sekolah Islam mulai dari tingkat madrasah tsanawiyah, aliyah, hingga perguruan tinggi dirombak karena dinilai tidak benar. Begitu juga dengan kurikulum di pesantren karena menurutnya menghadirkan kaum radikal. Ia lalu menyampaikan agar Menteri Agama Gus Yaqut menghapus 300 ayat Al-Quran yang dinilainya memicu hidup siapa sebenarnya Pendeta Saifuddin ini?Dari penelusuran kumparan, pria kelahiran Bima, NTB, 29 Oktober 1965 ini memiliki nama asli Saifuddin Ibrahim. Ia lahir di keluarga Muslim karena ayahnya adalah seorang guru agama Islam. Sementara sang paman merupakan tokoh penting di organisasi Islam di tamat SMA, Saifuddin melanjutkan pendidikannya di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fakultas Ushuluddin, jurusan perbandingan kuliah, Saifuddin menjadi pengajar di Pesantren Darul Arqom, Depok, Jawa Barat. Ia juga sempat mengajar di Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, milik Syeikh AS Panji AgamaNamun pada tahun 2006, pria 4 anak ini pindah ke agama Kristen dan mengganti namanya menjadi Abraham Ben Moses. Dalam video yang diunggah akun YouTube Kesaksian Segala Bangsa dengan judul 'Mengapa Saya Tinggalkan Agamaku', Saifuddin menceritakan alasannya pindah saat mengajar di Pesantren Al-Zaytun. Saat itu dia mengaku mendapatkan pemahaman radikal. Ia bahkan memberi nama Saddam Husein kepada salah satu anaknya akibat paham radikal tersebut."Nama pesantrennya Az-Zaytun di Indramayu, pernah dengar? Nah di pesantren ini saya kepala Humas, guru Al-Quran, banyak tugas saya di situ," kata Saifuddin dalam video mengeklaim, pesantren itulah yang membuatnya memiliki pemahaman radikal. Namun suatu hari di tahun 2006, ia memutuskan untuk berubah."Tanggal 4 Maret 2006 saya jadi Kristen, terima Yesus sepenuhnya," ke agama Kristen bukan tanpa konsekuensi. ia akhirnya bercerai dari istri pertamanya yang merupakan putri seorang tokoh penting di Jepara. Ia juga kehilangan karier dan sejumlah aset akibat keputusannya Karena Ujaran KebencianPada Desember 2017, Saifuddin pernah ditangkap karena kasus ujaran kebencian karena menghina Nabi Muhammad SAW. Ia dianggap menistakan agama Islam dengan mengatakan Nabi Muhammad melanggar hak Al-Quran dan ia mengeklaim sebagai kiai yang hafal kasus tersebut, tahun 2018 ia divonis 4 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Tangerang. Saat itu pengadilan memutus Pendeta Saifuddin bersalah karena menyebarkan informasi yang mengandung ujaran kebencian terhadap agama tertentu. Polisi Selidiki Video Pendeta SaifuddinKadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap Saifuddin."Polri khususnya Dittipidsiber Bareskrim akan mendalam isi konten video tersebut," kata Dedi kepada wartawan, Kamis 17/3.Saat ini kasus tersebut sedang ditangani Dittipidsiber Bareskrim Polri.

BacaJuga: Pendeta Saifuddin ke Felix Siauw: Boleh Saya Nyusu Sama Istri Beberapa di antara pendeta, mengutuk keras Saifuddin adalah Joshua Tewuh melalui sebuah kanal Youtibe Kalam Kubus. Dia mengatakan omongan Saifuddin yang menyebut 300 ayat Alquran mengajarkan hal - hal yang berbau radikalisme itu memang masuk kategori penistaan agama.

PALEMBANG-Saefudin Ali 60 tahun, langsung menarik napas panjang saat mendapat kabar pemerintah Indonesia membatalkan keberangkatan haji tahun 2020. Betapa tidak, warga kelurahan 3 Ilir Palembang ini telah menunggu selama 10 tahun. Ia tberharap bisa segera menginjakkan kaki di tanah suci. "Sebenarnya sudah dikasih tahu sama pihak travel, kita disuruh nunggu keputusan dari pemerintah. Tapi tetap saja saya pribadi berharap bisa segera berangkat haji tahun ini," ujarnya saat diwawancarai Selasa 2/6/2020. Kesedihan pria paruh baya yang kerap disapa Udin ini juga dikarenakan ia teringat pada almarhumah sang istri yang meninggal dunia sekitar 4 tahun lalu. Udin bercerita, semasa hidup istrinya begitu ingin beribadah ke tanah suci. Apalagi semasa muda, mereka mencari nafkah untuk menghidupi 4 orang anaknya dengan cara berdagang kopi dan gorengan di pasar pagi Lemabang. Pekerjaan itu terus dilakukan kurang hingga anak-anaknya mulai ketiganya tamat SMA. "Setelah itu mereka mulai cari kerja, Alhamdulillah pekerjaannya lumayan bagus. Mereka yang sekarang menafkahi masa tua saya termasuk dengan memberangkatkan haji." "Tapi istri saya lebih dulu dipanggil Tuhan. Jadi hanya saya yang berangkat," ujarnya. Dalam mempersiapkan rencana keberangkatan hajinya, Udin juga sudah melakukan manasik haji sekitar 5 kali. Ada yang dilakukan oleh travel namun ada juga yang dilakukan atas inisiatifnya sendiri. "Ya kalau ditunda tahun ini, mau tidak mau berangkatnya tahun depan. Semoga saja nanti tidak ada lagi halangan," ujarnya. Udin tak sendiri, ada calon jemaah haji di Sumsel yang batal berangkat di tahun ini.
\n \n\nistri saifuddin ibrahim meninggal
Namun Alino Octavian diketahui mengembuskan napas terakhirnya, Rabu (21/7/2021), pukul 04.15 WIB di RSUD Ciawi pada usia 40 tahun. Sebelum meninggal dunia, Elsya mengungkapkan, sang suami mengidap penyakit radang paru. Kemudian, Alino Octavian juga disebut sempat positif Covid-19 dan dirawat di rumah sakit.

– Sosok Pendeta Saifuddin Ibrahim sedang ramai diperbincangkan karena meminta Majelis Ulama Indonesia MUI hapus 300 ayat Alquran. Pendeta Saifuddin Ibrahim terlahir dari kelurga muslim. Namun pada 2006, dia pindah agama menjadi Kristen. Hanya dia sendiri dalam keluarganya yang pindah agama. Istri dan ketiga anak Pendeta Saifuddin Ibrahim tetap berpegang teguh dalam ajaran Islam. Setelah Pendeta Saifuddin berpindah agama, istrinya kembali ke Jepara dan tak berapa lama, meninggal. Ternyata hubungan Saifuddin dan anak-anaknya juga tidaklah baik. Kedua pihak ini saling menulis buku yang berisi ajakan untuk bertobat dan mengikuti ajaran yang mereka pegang. Tak sedikit, ujaran kebencian, hingga kata-kata penistaan terdapat dalam buku yang sama-sama diterbitkan itu. Diketahui, Pendeta Saifuddin Ibrahim terlahir dari keluarga muslim dengan nama Saifuddin Ibrahim. Dia lahir di Bima pada 26 Oktober 1965. Pendeta Saifuddin adalah lulusan SMA di Bima, Nusa Tenggara Barat dan berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fakultas Ushuluddin, jurusan Perbandingan Agama. Ayah Pendeta Saifuddin merupakan guru agama Islam serta pamannya adalah pendiri Muhammadiyah di Bima. Pendeta Saifuddin pernah mengajar di Pesantren Darul Arqom Sawangan, Depok, Jawa Barat. Setelah itu, Pada tahun 1999, pindah mengajar di Al-Zaytun yang merupakan salah satu pesantren besar di Indonesia pimpinan Syaykh AS Panji Gumilang yang berlokasi di Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat. Dia dulunya merupakan seorang muslim yang radikal dan pro terorisme. Pendeta Saifudidin menikahi putri tokoh Jepara serta memiliki tiga anak. Dua anaknya kuliah di Universitas Muhammadiyah dan satunya lagi di Jakarta. bbs/ran

Terkiniid, Jakarta - Pendeta Saifuddin Ibrahim terancam hukuman seumur hidup, hal tersebut diakui oleh dirinya sendiri. Dirinya juga menyebutkan bahwa telah meninggal keadilan di Indonesia.
Sarah Ayu Saifuddin, begitulah wanita ini akrab dipanggil. Beliau adalah istri dari Pendeta Saifuddin Ibrahim. Di dalam mendampingi sang suami Bapak Saifudin Ibrahim saat masa persidangan dalam kasus penistaan, Ibu Sarah senantiasa bersabar. Dalam sebuah kesempatan, Ibu Sarah bercerita tentang latar belakang keluarga tempat dia tumbuh. "Ibu saya muslim, ayah saya muslim, saya orang Bangka Belitung, saya orang Melayu dan nenek saya China, tapi nggak punya toko" Dulu pada tahun 2013 pernah mendengar cerita ada "ustadz jadi pendeta." Karena penasaran akhirnya ibu Sarah terbang dari Bangka Belitung menuju Jakarta. Dan bertemu dengan seorang penginjil. Akhirnya setelah satu bulan setengah memutuskan untuk hijrah menjadi pengikut Kristus. Kalau di Agama Kristen mengenal namanya "keselamatan, sementara di agamanya yang dulu mudah-mudahan bisa selamat.." Kalau di islam jihad seorang istri adalah salah satunya mengikhlaskan suami untuk berpoligami, sementara di Kristen satu untuk selamanya. Amien Setelah dibaptis, banyak orang yang mempertanyakan keyakinan baru saya. Ibu saya bertanya "apa benar kamu sudah berpindah agama?" saya menjawab " iya" Dihakimi keluarga "Akhirnya saya disidang oleh satu keluarga besar, saya dipertemukan dengan tante dan juga om. Om saya itu ustadz dan pernah naik haji dan dipercayakan untuk bertanya kepada saya" Om saya bertanya "apakah saya masuk Kristen itu dikasih uang?" "enggak, murni dari hati saya" jawab ibu Sarah. Baca juga Perjalanan El Ibnu Vokalis Band Elkasih, Dari Islam Kaffah Hingga Keputusannya Masuk Kristen "Ini Jalan ke Surga" "Apakah kamu dikasih minum ?" tanya om lagi?" Kemudian om saya yang seorang ustadz memberi saya air minum yang dibacakan doa dari ayat-ayat Al-Qur'an" Namun puji syukur, saya tetap memilih Kristus. Ketika anda memilih Kristus, maka yakinlah sepenuhnya kepada-Nya. Setelah satu tahun setengah akhirnya saya menjadi istri bapak Saifudin Ibrahim. Setelah tiga tahun menikah, namun saya belum dikaruniai anak. Akhirnya saya pulang ke Bangka Belitung sendiri, sementara suami saya melakukan pelayanan di Taiwan. Setelah pulang dari Bangka Belitung, saya menyusul ke Taiwan. Dan Puji Tuhan ternyata telah dikaruniai anak dengan masa kandungan tujuh Minggu. Saat dicek ternyata kandungan saya berjenis kelamin laki-laki, padahal suami saya berharap mempunyai anak perempuan. Saat usia kandungan saya umur 8 bulan, Suami saya ditangkap oleh polisi. Disitu saya mengalami shock dan stress. Namun, apalah daya saat Tuhan berkehendak, beberapa bulan kemudian saya melahirkan anak perempuan. Baca juga Kesaksian Saifudin Ibrahim Terbaru - Mantan Guru Pesantren Terbesar di Indonesia "Hidup Ini Adalah Kesempatan untuk Bersaksi' Akhirnya saya memutuskan untuk menulis buku dan selesai dalam waktu satu Minggu, dengan judul "Hatiku Terpikat Mengikuti Yesus." Tonton video kesaksian Ibu Sarah Ayu di bawah ini a JAKARTA Kepala Badan Reserse Kriminal ( Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan, pihaknya belum mendapatkan respons dari pihak Kepolisian Amerika Serikat (AS) terkait lokasi tersangka Saifuddin Ibrahim. Adapun Saifuddin Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka kasus Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan ( SARA ).
Saifudin Ibrahim yang lahir dan besar dari keluarga muslim yang taat, sudah merasakan ketidaksukaannya pada orang Kristen sejak ia duduk di bangku SMP. Ia merasa benci karena menurutnya makin hari makin banyak orang islam yang pindah memeluk agama Kristen. Saifudin yang lahir di kota Bima, setelah lulus SMP menempuh pendidikan di SMA Muhammadiyah kota Bima yang membuatnya lebih mendalami lagi ilmu agama. Setelah lulus dari SMA, karena prestasinya Saifuddin Ibrahim mendapat beasiswa dari pimpinan pusat Muhammadiah untuk melanjutkan pendidikan di Solo dengan mengambil jurusan perbandingan agama. Saat melanjutkan studinya di Solo, ia tidak pernah takut mendebat orang-orang Kristen bahkan pendeta sekalipun. Dari sini ia berhasil membuat 15 orang Kristen berpindah agama menjadi Islam, bahkan sampai Pendeta pun yang ia debat menjadi murtad. Selesai kuliah ia bekerja di Jepara dan menjabat sebagai pemimpin Muhammadiyah Jepara, yang kemudian membuatnya bertemu dengan istrinya yang merupakan orang asli Jepara dan di karuniai 3 orang anak laki-laki. Selesai masa jabatannya sebagai pemimpin Muhammadiyah di Jepara, Saifuddin mengajar di sebuah pesantren terbesar di Indonesia. Luas lahan pesantren tersebut mencapai hektar, dengan murid, karyawan, dan 800 orang guru. Tentunya sebagai guru dan sekaligus menjabat sebagai dosen agama islam, Saiffudin menjalankan kehidupan agamanya dengan baik. Suatu hari di tahun 2006, Saifudin mendapat alkitab dari The Gideons, Yayasan yang memiliki program untuk membagikan alkitab ke seluruh dunia. Ini bukan kali pertama Saifudin membaca Alkitab, ia mengaku pernah membacanya saat masih kecil tapi saat itu ia menggunakannya sebagai bahan untuk menyudutkan umat Kristen. Tetapi ketika ia melihat Alkitab itu lagi, ia merasa tergerak hatinya. Ditambah begitu banyak peristiwa yang membuat hatinya kecewa sebagai umat muslim saat itu, sebagai contoh, menurut Saifudin politik kini sudah bercampur aduk dengan agama, adanya kekerasan oleh beberapa oknum muslim radikal, kerusuhan Mei 1998, peristiwa bom Bali, dan masih banyak lagi. Baginya ini adalah suatu kesalahan untuk tetap memeluk agama yang memperbolehkan manusia membunuh manusia lain karena berbeda agama. "Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mal dibakar, dihancurkan, etnis Tionghoa diperkosa, rumahnya dibakar, dokter di Lombok menjadi gila, itu membuat saya tidak suka lagi dengan keyakinan itu, dan merasa saya harus masuk Kristen" kata pria yang juga dikenal sebagai 'Abraham Ben Moses' ini. 4 Maret 2006, Saifuddin dibaptis dan menerima Yesus. Mulai dari sana ia melayani, menginjil, dan berani mempertaruhkan jiwa, raga, apapun yang ia miliki untuk memuliakan Yesus. Namun pilihannya mengikut Yesus membuat istrinya memilih untuk berpisah dengannya. Ia pun kembali menikah dengan seorang muslim kelahiran Bangka dan dikaruniai 2 orang anak perempuan. Istrinya bersedia mengenal dan ikut Yesus seperti Saifudin, dan melakukan pelayanan dan menginjilan bersama. Ditahun-tahun pertama masa pelayanannya Saifudin menginjil di mana saja, pasar-pasar, hotel, taksi, dimanapun ia merasa orang-orang membutuhkannya. Baca juga 'Saya Memilih Kristus', Kisah Ibu Sarah Ayu Istri Pendeta Saifuddin Ibrahim Di tahun ketiga masa pelayanannya Saifudin mendapat penglihatan jika suatu saat ia akan masuk penjara, tetapi ia tidak goyah tidak menanyakan pada Tuhan apa yang terjadi pada hidupnya, ia yakin pada rencana Tuhan. Saifudin dan istrinya mulai menulis buku dan masuk ke gereja-gereja menjelaskan teori-teori islame serta memberikan kesaksian hidup. Ia bahkan menerima jika ada umat muslim yang ingin mendebatnya asal masih santun dan tidak mengganggunya secara fisik. Pada 6 Desember 2017, penglihatannya menjadi kenyataan. Ia di tangkap oleh pihak berwajib karena videonya yang viral. Di video itu ia sedang menginjili seorang supir taksi yang sedang merokok dan mengajaknya ikut Kristus. Ia divonis 5 tahun penjara karena dianggap menistakan agama, "Undang-Undang penistaan agama ya untuk minoritas, bukan mayoritas. Sedangkan ustad-ustad yang menghina salib, sudah dilaporkan tidak juga ditangkap, sedangkan saya langsung ditangkap oleh polisi tanpa pelapor," ungkap Saifudin "Tapi saya tidak masalah, saya bersyukur boleh menderita karena Injil, karena Kristus ada dalam saya." Banding dan kasasi diajukan oleh Saifudin dan istrinya, dari hukuman 4 tahun penjara diturunkan menjadi 2 tahun. Setelah mengajukan pembebasan bersyarat, ia hanya menjalankan 1 tahun 4 bulan penjara. Sebelum dijatuhkan vonis oleh hakim, Saifudin diberikan kesempatan untuk membacakan pembelaannya, Saifudin mengatakan jika ia ingin adanya kebebasan beragama di Indonesia di jalankan dengan seimbang dan meniadakannya undang-undang penistaan agama karena itu tidak adil. Baca juga Kesaksian Mantan Muslim Daud Ali yang Dipenjara Karena Iman 'Saya Siap Dipakai Tuhan' "Selama tidak melakukan tindakan kriminalitas yang merugikan, ya seharusnya silahkan mereka bebas beragama. Tidak perlu buat Undang-Undang penistaan agama, sementara ada kitab suci yang memberi kebebasan membunuh manusia lain karena berbeda agama. Dari situ sudah bertentangan bukan?" Saifudin mempertanyakan. "Tapi sedangkan kami diperintahakan Yesus untuk 'mengasihi musuhmu dan berdoa untuk orang-orang yang menganiaya kamu'." Di penjara Saifudin tidak berhenti menginjil, di awal masa penahanannya ia berhasil membuat 18 orang tahanan muslim menjadi pengikut Yesus dan dibaptis di penjara. Karena perbuatannya yang dianggap tetap melakukan penistaan di penjara, iapun dipindahkan ke penjara kelas 2 Tangerang. Di penjara kelas dua itu, Saifudin juga berhasil membuat 60 orang narapidana menjadi pengikut Yesus. Karena masih di anggap mengancam, Saifudin pun diancam akan dipindahkan ke Nusakambangan. Akhirnya ia dipindahkan lagi ke penjara kelas 1 Tanggerang. Jika sebelumnya Saifudin hanya memberitakan injil, di penjara kelas satu ini ia mulai melatih para tahanan yang beragama Kristen dan Muslim untuk menjadi pelayan Yesus, "Saya bilang siapapun yang bertobat menerima Yesus di sini, kalian dipenjarakan bersama Yesus. Jual narkoba berani, ada yang membunuh, mencuri berani, masa nyebarin injil saja tidak berani?" Disana Saifudin melatih 120 tahanan muslim menjadi penyebar injil. Setelah keluar dari penjara, ia kembali mendapat panggilan dari Kemenkuham Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, "Saya ditanya 'nyesal tidak, dan akan ulangi tidak?' Saya jawab kalau saya akan tetap lakukan, itu emang tugas penginjil. Saya dipenjarakan tidak ada urusannya sama hukum, itu hanya akal-akalan. Seperti Ahok, hanya menggunakan 1 ayat dikenakan 2 tahun penjara. Jelas-jelas ustad dan habib menistakan Tuhan Yesus, yang bilang Tuhan lahir siapa bidannya? Ini juga sebenarnya jelas-jelas menistakan. Tapi nggak di tangkap. Kenapa saya berani bilang begitu? Agar hukum tidak berat sebelah" ungkapnya. Baca juga Kesaksian Natasha Manuella, Miss Indonesia 2016 "Karena Rencana Tuhan Dalam Hidup Saya" Sampai saat ini Saifudin sudah tidak bisa menghitung berapa banyak orang yang telah dijamah Tuhan melalui kesaksiannya. Bagi Saifudin, 'Hidup ini adalah kesempatan untuk bersaksi.' Ia bersama istri mendirikan Yayasan Ladang Penuaian Indonesia untuk terus memberitakan injil. Saifudin juga berharap agar orang-orang Kristen dan saksi-saksi Kristus "jangan menipu, jangan berbohong, jangan seperti mereka yang mengaku dapat pendidikan dari sana sini, tapi memfitnah, jika banyak dari mereka yang terima Kristus karena saya bayar ratusan juta. Padahal kita tahu kalau ikut Yesus itu menderita. Terima Yesus itu gratis, melayani itu bayar harga, tapi ikut Yesus berarti bayar semuanya, bayar dengan penderitaan dan air mata dan kerja keras dengan keringat, dan sebagainya." "Namun semua penderitaan ini akan dibayar oleh Tuhan dengan kemuliaan yang Tuhan siapkan sesuai waktu-Nya," kata Saifuddin menutup kesaksiannya. Tonton video kesaksian Saifudin Ibrahim terbaru di bawah ini Sumber Youtube Hidup Untuk Bersaksi
Padavideo berjudul 'Saifuddin Ibrahim Ajak Anies Baswedan Terima Yesus Sebagai Tuhan dan Juru Selamat' , Pendeta Saifuddin sebut Anies akan jadi presiden RI. Dewi Tanjung Singgung Keberadaan Bharada E dan Istri Irjen Ferdy Sambo: Kalau Gak Salah Muncul Aja Nasional. Selasa / 26-07-2022,18:11 WIB. Nasional Kematian Brigadir J
- Baru-baru ini, nama Pendeta Saifudin Ibrahim alias Abraham Ben Moses menjadi sorotan masyarakat luas karena minta 300 ayat Al Quran dihapus. Siapa Pendeta Saifudin Ibrahim sebenarnya? Untuk mengenal lebih banyak tentang siapa Pendeta Saifudin Ibrahim, silahkan baca artikel ini sampai selesai. Pendeta Saifudin Ibrahim ini menjadi perbincangan akibat video yang unggahnya meminta agar kurikulum sekolah Islam mulai dari tingkat madrasah tsanawiyah, aliyah, hingga perguruan tinggi dirombak karena dinilai tidak benar. Begitu juga dengan kurikulum di pesantren, karena menurutnya menghadirkan kaum yang radikal. Bahkan, Pendeta Saifudin Ibrahim juga sempat menyampaikan agar Menteri Agama Gus Yaqut menghapus 300 ayat Al Quran yang dinilainya memicu hidup intoleran. Hal ini tentu saja memicu polemik di tengah masyarakat. Baca Juga Dukung Ide Nyeleneh Al Zaytun, Pendeta Saifudin Ibrahim Wanita Boleh Jadi Khatib Jumat Banyak yang penasaran, sebenarnya siapa Pendeta Saifudin ini? Berikut penjelasan profil Pendeta Saifudin Ibrahim dan kontroversinya. Latar Belakang Pendeta Saifudin Ibrahim Pendeta Saifuddin Ibrahim [YuoTube]Pendeta Saifudin Ibrahim adalah pria kelahiran Bima, NTB, 29 Oktober 1965. Nama aslinya adalah Saifudin Ibrahim, lahir di keluarga Muslim karena ayahnya adalah seorang guru agama Islam. Sementara sang paman adalah tokoh penting di organisasi Islam di Bima. Setelah tamat SMA, Saifudin Ibrahim melanjutkan pendidikannya di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fakultas Ushuluddin, jurusan perbandingan agama. Setelah lulus kuliah, Saifudin sempat menjadi pengajar di Pesantren Darul Arqom, Depok, Jawa Barat. Selain itu, dirinya juga sempat mengajar di Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, milik Syekh AS Panji Gumilang. Saifudin Ibrahim Pindah Agama Baca Juga Gak Ada Kapoknya! Saifuddin Ibrahim Hina Nabi Muhammad, Bahas Urusan Ranjang Tangkapan layar Pendeta Syaifuddin Ibrahim yang meminta Menteri Agama menghapus 300 ayat Al-Quran. YoutubePada tahun 2006 lalu, Saifudin Ibrahim diketahui pindah ke agama Kristen dan mengganti namanya menjadi Abraham Ben Moses. Dalam video yang diunggah akun YouTube Kesaksian Segala Bangsa dengan judul Mengapa Saya Tinggalkan Agamaku, Saifudin menceritakan apa alasannya dirinya pindah agama.
JAKARTA POSKOTA.CO.ID - Murteza Muhammad Fikri, anak dari pendeta Saifuddin Ibrahim memberi pesan serius untuk sang ayah setelah berulang kali melakukan penistaan terhadap agama Islam. Kabar yang disampaikan Murteza ini cukup menyentak batin, sebab muatannya yang berisi pesan kematian. Murteza begitu menyayangkan ayahandanya yang telah jauh melenceng dari moral yang diajarkan agama.
Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses. Foto Facebook/Saifuddin IbrahimBareskrim Polri melakukan kerja sama dengan sejumlah instansi untuk melacak keberadaan pendeta bernama Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses terkait ucapannya yang meminta 300 ayat Al-Quran dihapus dan pesantren merupakan sarang Saifuddin kini diduga berada di Amerika Serikat."Dari hasil penyelidikan diperoleh informasi bahwa Saudara Saifuddin Ibrahim saat ini berada di luar negeri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat 18/3.Selain itu, Dedi mengatakan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi di dalam negeri melalui Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Jenderal Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Kemenkumham."Melakukan koordinasi dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham dan Kemenlu terkait dugaan keberadaan saudara SI di Amerika Serikat," kata mengungkapkan, saat ini penyidik akan berkoordinasi dengan atase di Biro Investigasi Federal FBI/The Federal Bureau of Investigation terkait hal tersebut.“Melakukan koordinasi dengan Legal Attache FBI,” tersebut berdasarkan pada laporan polisi Nomor LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri tanggal 18 Maret 2022 dengan pelapor bernama Rieke Vera dipersangkakan dengan melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 Ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP dan/atau Pasal 14 ayat 1, ayat 2 dan/ atau Pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan hukum eks kontrakan Saifuddin Ibrahim di Gang Jamblang, RT 01/04 Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Foto Dok. IstimewaSosok Saifuddin Ibrahim TemperamentalSaifuddin Ibrahim atau Abraham Ben Moses atau Abraham Moses pernah terjerat kasus penodaan agama pada 2017. Kala itu ia ditangkap jajaran Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri di Tangerang, Banten, usai menyebarkan kebencian yang menyudutkan agama kasus itu PN Tangerang memvonisnya 4 tahun penjara dan denda Rp 50 diwawancara kumparan tahun 2017, salah seorang rekan Saifuddin, Tony Rosyid, mengatakan Saifuddin merupakan pria asal Bima, NTB. Dia memiliki istri pertama yang sudah meninggal dunia, berasal dari daerah yang sama dengan Tony, yakni Rembang, Jawa memiliki 3 anak dari istri pertama. Si sulung sudah menikah, sedangkan 2 lainnya dibiayai oleh pria pendiri Komunitas Tangan Di Atas TDA, Haji Alay, untuk bersekolah di terkenal terkenal dengan sikap temperamentalnya."Dia memang kurang menjaga tata krama pergaulan, terutama ada dendam dengan Islam sebagai agama masa lalunya sehingga dia ungkapkan dengan ngawur tanpa dia kontrol," kata Tony pada Kamis, 7 Desember Tony, Saifuddin mengaku pernah menjadi guru di yayasan pendidikan Islam Al-Zaytun dan Muhammadiyah Sawangan, Depok. Maka tak heran jika kemampuan bahasa Arabnya cukup bagus. Dia kemudian berpindah agama dari Islam ke Kristen."Saya kenal beliau sekitar 5 tahun yang lalu dan kondisinya sudah temperamen begitu. Dia sering salah mengutip ayat Al-Quran, pernah mengaku sebagai kiai, membicarakan pernikahan poligami Nabi, tapi itu kacau semua," kata Tony, Saifuddin atau Abraham kerap emosional hingga pernah bertengkar fisik dengan peserta diskusi. Bahkan Saifuddin pernah diusir dari diskusi karena tindakannya tersebut."Waktu debat di Cawang, dia pernah saya usir karena debatnya ngaco dan keluar dari tema. Dia memang sangat temperamental, baik saat bertemu langsung maupun tidak langsung," ujar Tony. PenyidikDittipidsiber Bareskrim Polri telah meningkatkan status penanganan perkara terkait pernyataan Saifuddin Ibrahim yang meminta 300 ayat Al-Qur'an dihapus, pada Rabu (23/3) lalu. Dedi belum merinci secara jelas terkait perkembangan penanganan perkara tersebut, termasuk keberadaan Saifuddin Ibrahim yang terendus berada di Amerika Serikat. Ilustrasi mendekap Al Quran. Foto ShutterstockSaifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses alias Abraham Moses. Foto Facebook/Saifuddin IbrahimMenko Polhukam Mahfud MD saat memberikan sambutan pada acara ramah taman Gubernur dan Forkopimda Provinsi Bengkulu. Foto Humas Kemenko PolhukamMenistakan Agama dan Bikin GaduhMahfud mengatakan yang disampaikan Saifuddin merupakan penistaan agama. Sebab ajaran pokok dalam Islam adalah kita jaga kerukunan umat beragama kita. Kita tidak akan melarang orang berbicara, tapi jangan memprovokasi hal-hal yang MDSosok Saifuddin Ibrahim Temperamental Penistaagama Pendeta Saifuddin Ibrahim ketar-ketir diancam akan 'dijilat' Irjen Napoleon Bonaparte. Ia pun menyebut Irjen Napoleon orang yang tak memiliki mental dan akhlak. Beredar Video yang Perlihatkan Irjen Ferdy Sambo dan Istri Akui Jadi Dalang Kematian Brigadir J . 2 . Gawat! Kapolri Juga Terancam Dicopot dalam Kasus Pembunuhan - Berikut ini profil Pendeta Saifuddin Ibrahim, sosok yang membuat gaduh setelah pernyataannya soal radikalisme dan usulan menghapus 300 ayat Alquran. Pendeta Saifuddin Ibrahim menjadi sorotan setelah pernyataanya dalam sebuah akun YouTube yang dianggap melecehkan agama Islam. Dalam video tersebut, Pendeta Saifuddin Ibrahim menyinggung soal masalah kurikulum pesantren dan mengaitkannya dengan radikalisme, serta meminta agar 300 ayat Alquran. Profil Pendeta Saifuddin Ibrahim Lantas, siapakah Pendeta Saifuddin Ibrahim? Dikutip dari akun YouTubenya, Saifuddin Ibrahim lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat pada 26 Oktober 1965. Baca juga Kemenag Pastikan Menteri Agama Tidak Pernah Bertemu Pendeta Saifuddin Ibrahim Ia memiliki nama lain Abraham Ben Moses. Saifuddin Ibrahim lahir di keluarga muslim hingga akhirnya pindah keyakinan. Ayahnya berprofesi sebagai guru. Pendeta Saifuddin Ibrahim Youtube Saifuddin Ibrahim Setelah lulus dari SMA di Bima, Saifuddin melanjutkan kuliah di Fakultas Ushuluddin Universitas Muhammadiyah Surakarta UMS. Ia mengambil jurusan Perbandingan Agama. Selepas dari UMS, Saifuddin Ibrahim mengajar di Pesantren Darul Arqom Sawangan Depok, Jawa Barat. Lalu pada 1999 ia mengajar di NII Al Zaytun Panji Gumilang di Indramayu. Pada 5 Desember 2017, ia ditangkap dan didakwa atas ujaran kebenciaan karena menghina Nabi Muhammad SAW.
HopsID--Anak dari Pendeta Saifuddin Ibrahim, Murteza Muhammad Fikri memberikan peringatakan keras pada ayahnya yakni soal hal yang akan mempersingkat kematian tersangka penistaan agama Islam karena minta 300 Ayat Al Quran dihapus itu.Murteza Muhammad Fikri sebagai anak mengatakan bahwa Pendeta Saifuddin Ibrahim harus segera bertobat atau terus berbuat onar yang akan mempersingkat kematian

TripFoumi Enfo – Une femme indienne est décédée au moment même de la célébration de son mariage. Les parents des deux fiancés ont conjointement décidé que la défunte serait remplacée par sa sœur, pour épouser le marié, a rapporté l’agence Indy 100 ce jeudi 3 juin. Répondant au nom de Surbhi, la jeune mariée a succombé à une crise cardiaque au cours de l’événement, selon les rapports médicaux. Un médecin venant d’un village voisin a été dépêché sur les lieux, mais était incapable de la sauver et elle a été déclarée morte. Au lieu d’annuler le mariage, les deux familles ont décidé qu’elle devait être remplacée par sa jeune soeur Nisha. Alors que les festivités reprenaient, le corps de Surbhi était dans une pièce voisine. Elle a été plus tard incinérée. Le frère Saurabh de Surbhi a déclaré à Mailonline il est difficile de croire qu’un cadavre était dans l’autre chambre – et une mariée était en train d’être préparée dans la suivante. Nous ne savions pas quoi faire dans la situation », a-t-il déclaré dans une déclaration distincte à l’Indy. Selon ce qu’a rapporté Indy, les parents des deux fiancés se sont exprimés pour dire que c’est pour la première fois qu’ils vivent de pareille scène ; d’une part le chagrin que porte le décès de la fiancée décédée et le bonheur du mariage qui n’a pas été gâché malgré tout.

PenyebabRommi Halley Kekasih Rohimah Meninggal, Mantan Istri Kiwil Kenang Momen Bersama Diketahui Rommi meninggal dunia pada Sabtu, 29 Januari 2022. Tak bisa berbohong, tentu saja Rohimah merasakan kesedihan mendalam Menkopolhukam Mahfud MD Minta Polisi Selidiki Saifuddin Ibrahim Karena Bikin Gaduh dan Meresahkan 11 jam lalu . Beda Spek
Beberapa waktu terakhir ramai diperbincangkan perkara seorang pendeta yang meminta MUI hapus 300 ayat Alquran. Permintaanya tersebut pun berbuntut panjang. Banyak yang melaporkannya atas penistaan agama, bahkan Kementrian Agama Kemenag sendiri menyarankan pendeta tersebut untuk diperiksa kondisi kejiwaannya. Tak hanya itu, Kemenag juga berharap ia diperiksa polisi atau penegak hukum karena membuat gaduh dan mengganggu kerukunan antar umat Beragama. Pendeta tersebut adalah Saifuddin Ibrahim, yang kemudian berganti nama jadi Abraham Ben Moses. Sosok pendeta yang membuat gaduh ini pun lantas mencuri perhatian publik dan banyak yang ingin tahu latar belakang dirinya dan maksudnya melayangkan permintaan itu. Berikut profil pendeta Saifuddin yang berhasil Popbela Lahir di keluarga muslimPendeta Saifuddin lahir dari sebuah keluarga muslim asal Bima pada 26 Oktober 1965. Ia lahir dengan nama Saifuddin Ibrahim. Ayahnya adalah guru agama Islam, pamannya adalah pendiri Muhammadiyah di Bima, dan mertuanya tokoh Islam di Jepara. Saifuddin merupakan lulusan SMA di Bima, Nusa Tenggara Barat. Lalu, ia kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Ushuluddin, jurusan Perbandingan Jadi pengajar pesantren dan seorang mantan ustadSetelahnya, ia mengajar di Pesantren Darul Arqom Sawangan, Depok, Jawa Barat. Pada 1999, ia mulai mengajar di Al-Zaytun yang berlokasi Haurgeulis Indramayu, salah satu pesantren besar di Indonesia pimpinan Syaykh AS Panji Gumilang, dan memiliki masjid yang bisa menampung jemaah. Ia awalnya adalah seorang muslim yang radikal dan pro terorisme. Ia menikahi putri tokoh Jepara serta memiliki tiga anak. Dua anaknya kuliah di Universitas Muhammadiyah dan satunya lagi di Jakarta. Bahkan salah satu anaknya dinamai Sadam Husein karena pemikirannya yang pernah Pindah agama, kini menjadi pendeta4. Sering terlibat kasus
Penyanyilegendaris asal Malaysia, Saleem, meninggal dunia. Kabar duka ini disampaikan istri Saleem, Juriah Bachok, kepada Harian Metro. Berlangganan Login. Sabtu, 19 Maret 2022 Desy Ratnasari Minta Pendeta Saifuddin Ibrahim Ditangkap. Aktris Senior, Dina Mariana Ditemukan Usai Dilaporkan Diculik dan Dihipnotis - Nama Pendeta Saifuddin Ibrahim menjadi perbincangan warganet kembali. Kali ini Pendeta Saifuddin Ibrahim membahas ciri-ciri fisik 72 bidadari di surga. Sebelumnya, Pendeta Saifuddin juga menjadi perbincangkan usai meminta Menteri Agama Menag Yaqut Cholil Qoumas untuk menghapus 300 ayat Al-Quran. Apa saja kontroversi pendeta Saifudin Ibrahim? Ternyata Pendeta Saifuddin dikenal dengan beberapa kontroversi. Bahkan dirinya pernah membuat heboh masyarakat dan dipenjara karena kasus penistaan agama. Simak berikut sederet kontroversi pendeta Saifuddin Ibrahim. Kontroversi Pendeta Saifuddin Ibrahim Ada sederet kontroversi pendeta Saifuddin Ibrahim, telah merangkum beberapa kontroversi yang membuat publik gempar. Baca Juga Ajaran-Ajaran Nyeleneh Ponpes Al Zaytun Ragukan Al Quran, Tak Percaya Allah Bisa Bahasa Arab 1. Menghina Nabi Muhammad Pada 12 November 2017, Pendeta Saifuddin pernah membuat sebuah unggahan di akun Facebook yang menyatakan Allah SWT adalah delusi. Ternyata tidak hanya itu, Saifuddin mengatakan bahwa Allah SWT merupakan teman sebaya Nabi Muhammad SAW. Dengan pernyataannya ini, Saifuddin kemudian ditangkap atas tuduhan penistaan agama dan menjalani hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 50 juta. 2. Minta 300 Ayat Al-Quran Dihapus Kontroversi terbaru, Pendeta Saifuddin membuat ramai warganet usai meminta Menteri Agama Menag Yaqut untuk menghapus 300 ayat di Al-Quran. Menurutnya kitab suci umat Islam itulah yang memicu intoleran dan radikalisme yang menyebabkan perpecahan umat beragama. Baca Juga Nadiem Makarim Dihujat Gegara Kasih Beasiswa Putri Ariani Urus Dulu Gaji Guru! “Karena ayat yang 300 itu boleh menghabisi orang Kristen, boleh menghabisi orang kafir, boleh mematikan orang non muslim,” ucapnya.
Berikutini adalah video viral, seorang pendeta bernama Saifuddin Ibrahim, yang berbicara tentang Nabi Muhammad dan Istri-istrinya. Saifuddin yang murtad ini, membuka pembicaraan tentang kehidupan Nabi Muhammad dan Istri-istrinya, bukan tanpa maksud dan tujuan. Pada video ini, jelas, Saifuddin menyebut, "25 istri Nabi Muhammad, tapi yang dapat

JUDUL DEBAT SPEKTAKULER USTADZ MANTAN PENDETA VS PENDETA MANTAN USTADZ KODE PRODUK C20 HARGA Klik Pricelist Lengkap DESKRIPSI TENTANG CD SERU!! Jikalau anda mencari Debat Islam Kristen paling spektakuler, maka inilah jawabannya. Acara DEBAT PANAS DAN SERU ini diselenggarakan oleh Lembaga Al Isya Nurulbaqi di Gedung Sarinah Jl. Thamrin Jakarta Pusat. Tiga debaters dari kubu Islam berhadapan sengit melawan tiga debaters dari kubu Kristen. Tema dalam acara debat Islam Vs Kristen ini adalah “Yesus dalam Al Quran. Muhammad SAW dalam Bibel”. Berikut ini adalah nama-nama pembicara yang menjadi debaters dalam acara ini. Pembicara Islam 1. Insan LS Mokoginta Mantan Katolik 2. Agustinus Kainama Mantan Pendeta 3. M. Arifin Purba Trainer Islam Pembicara Kristen 1. Ev. Luga Tambunan Presiden King of King Ministry 2. Pdt. Saefuddin Ibrahim Mantan Islam 3. Pdt. Yoehanan Yerushalayim Acara debat ini menjadi menarik dengan kehadiran Pdt. Saifuddin Ibrahim Versi lain Saefuddin Ibrahim, Syaifuddin Ibrahim, dsb. Siapakah ia? Ia adalah seorang yang kabarnya dahulu beragama Islam dan mengajar di Pondok Pesantren Az Zaitun, lantas kemudian memutuskan untuk menjadi murtad dan beragama Kristen. Belum diketahui dari motif sebenarnya mengapa ia menjadi murtad dan menjadi Kristen. Kini, Saifuddin Ibrahim berdakwah menjadi missionaris Kristen, sedangkan istrinya telah meninggal dunia sekarang telah menikah lagi dengan istri yang baru dan beragama Kristen. Adapun ketiga anaknya hingga sekarang masih memeluk Islam dan menjadi pendakwah Islam yang taat. Ketiga anaknya tersebut selalu berusaha mengajak ayaknya agar kembali berada dalam pelukan Islam. Sedangkan Pdt. Siafuddin Ibrahim sendiri selalu berusaha agar ketiga anaknya tersebut masuk menjadi Kristen. Pada sejak tahun 2016 yang lalu, Pdt. Saifuddin Ibrahim selalu lari dan tidak pernah berani lagi untuk diajak diskusi, berdialog, ataupun berdebat dengan para tokoh-tokoh Islam. Jikalau mendapati ajakan debat dan berdialog, selalu ada saja alasan untuk menganulirnya. Nah, di acara debat di CD ini merupakan kehadiran Pdt. Saifuddin Ibrahim yang spesial, di mana kala itu ia masih bersedia untuk berdialog dengan para tokoh Islam. Di Debat Islam Kristen inilah anda akan dapat menontonnya secara gamblang dan subyektif, pada taraf level berapakah standar keilmuan Pdt. Saifuddin Ibrahim. Dan apakah kapasitasnya memenuhi dan pantaskah apabila sebelumnya ia konon kabarnya pernah menyandang gelar Ustadz? Pada acara Debat Kristen Vs Islam ini juga hadir tokoh spesial, yakni Agustinus Kainama Mantan Pendeta. Siapakah ia? Memiliki nama lengkap Agustinus Christovel Kainama adalah seorang mantan pendeta berkapasitas yang akhirnya memutuskan diri untuk masuk Islam. Cerita tentangnya sangatlah menarik. Agustinus Christovel Kainama adalah pendeta yang berpendidikan tinggi, ia berhasil mendapatkan gelar masternya Master of Theology di Leiden Universiteit – Belanda, pada jurusan Liturgi Teologi. Lalu menempuh pendidikan S3 di Tanakh Biblical Studies, Holy Scriptal Biblical Studies, Haiva, Israel. Semua biaya kuliahnya dari S1 di STT Sekolah Tinggi Teologi Jakarta hingga kuliah S3 di luar negeri adalah dibiayai oleh Gereja Zebaot Bogor gereja di mana ia bertugas. Betapa besar karunia dan hidayah Allah. Sepulang dari kuliah di Haiva Israel, Pendeta Agustinus Christovel Kainama turun dari pesawat, tanpa menunda lagi, langsung beranjak menuju Masjid Agung Sunda Kelapa dan mengucapkan dua kalimat syahadat di sana. Baginya saat itu, semakin ia mempelajari Kristen secara detail, maka ia semakin dihadapkan pada kebingungan terhadap ajaran dan dogma ajaran Kristen. Hingga tulisan ini diunggah, sudah lebih dari 800 orang Kristen telah di-Islamkan oleh Sang Kainama. Berikutnya, menjadi berita menarik lagi adalah dengan kehadiran Pdt. Yochanan Johnny Memah, di acara debat Islam Kristen spektakuler ini. Mengapa? Karena beberapa waktu setelah hadir di acara debat ini, masya Allah, Pdt. Yochanan akhirnya masuk dalam pelukan Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Jangan lupa, kunjungi juga berita penting ini DAFTAR PENDETA / PASTUR / BIARAWATI / AKTIVIS GEREJA / MISSIONARIS KRISTEN YG MASUK ISLAM. Mari kita tonton acara debat Islam Kristen yang seru, dahsyat, dan mendebarkan ini. Sediakan makanan ringan, kerupuk pedas, dan minuman yang hangat di depan layar TV anda. —– CARA PEMESANAN CD Melalui SMS/WhatsApp ke nomor admin kami 08233 121 6100 WA, atau 08233 144 9015 Dengan Format NAMA ALAMAT LENGKAP ORDER CD KRISTOLOGI RINCIAN ORDER Contoh Format Pemesanan MUHAMMAD DARWIS Jl. Panglima Sudirman 72 Surabaya ORDER CD KRISTOLOGI. – Mengapa Saya Tinggalkan Gereja? Kode Produk B02. Pesan 2 CD. – Mengapa Kristen Tidak Bersunat? Kode Produk B03. Pesan 3 CD. Konsultasikan Kepada Kami Perihaldebat mantan pendeta dan mantan ustadzistri saifudin ibrahimdebat muallaf vs pendeta terbaruistri saifuddin ibrahim meninggalistri dan anak saifudin ibrahimDebat pendeta vs ustaddebat ustaddebat ustadz vs pendetapendeta masuk islam setelah kalah debatustad vs pendetainsan mokoginta vs luga tambunanustadz vs pendetadebat insan mokoginta vs pendetadebat ustad dan pendetadebat pendetadebat insan mokoginta vs luga tambunandebat seru ustadz vs pendetadebat panas islam vs kristensaifudin ibrahim dan keluargaArtikel debat islam vs kristen oleh ustad kainamadebat mantan ustad vs mantan pendetadebat pendeta vs ustatpendeta saifudin ibrahim

RitaWibowo, istri mendiang Abi Cancer, mengatakan, sebelum meninggal pemeran Wiro Sableng di sinetron Wiro Sableng itu sempat menyampaikan pesan. "Dia (mendiang Abi Cancer) cuma bilang jaga mama dan anak-anak," kata Rita Wibowo saat dihubungi lewat telepon, Senin (23/3/2020) pagi. Abraham Ben Moses atau dikenal Pendeta Saifudin Ibrahim sedang menjadi sorotan publik di Indonesia beberapa belakangan itu seusai Pendeta Saifudin meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Al-Qur' itu mendapatkan banyak kecaman dari berbagai masyarakat. Salah satunya datang dari Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Menko Polhukam Mahfud laporan pun dilayangkan di Bareskrim Polri buntut pernyataan Saifudin. Kini, Pendeta Saifudin menyandang status tersangka atas dugaan penistaan agama dan ujaran kebencian terkait SARA. Saat ini, Saifudin diduga berada di Amerika Serikat. Polri pun berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna melacak keberadaan Saifudin mulai dari Imigrasi hingga FBI. Lihat Sumber Artikel di Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Populis dengan
SaifuddinIbrahim diharap pulang ke Indonesia untuk memenuhi pemeriksaan dalam statusnya sebagai tersangka dugaan kasus penistaan agama Islam. Senin, 4 April 2022 09:54 WIB Penulis: Igman Ibrahim
RADARPAPUAID - Pernyataan pendeta Saefuddin Ibrahim dalam kanal Youtubnya mengenai permintaan agar 300 ayat dalam alquran dihapus terus mendapat kecaman dari berbagai tokoh dan ormas di Indonesia.. Salah satunya kecaman itu datang dari Jaringan Muslim Madani (JMM). Pernyataan pendeta Saifuddin Ibrahim itu dinilai ngawur dan berpotensi mengancam toleransi antar umat beragama.
JAKARTA Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka. Pria ini ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan atas ucapannya yang meminta Menteri Agama (Menag) menghapus 300 ayat di Al Quran. Adapun laporan tersebut bernomor: LP/B/0133/III/2022/SPKT Bareskrim Polri tanggal 18 Maret 2022
PendetaSaifudin Ibrahim (Youtube) Bareskrim Polri akhirnya turun tangan melaksanakan penyelidikan terkait laporan dugaan penistaan agama oleh Saifuddin Ibrahim alias Abraham Ben Moses yang meminta Menteri Agama menghapus 300 ayat dalam Alquran. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan penyelidikan dilakukan
G3ESHwy.